7 Pengamatan Politik Negara yang Sesuai dengan Kondisi Saat Ini

Politik di Indonesia sekarang ini memang sedang menjadi trending topik yang banyak dibahas di berbagai media. Bisa diibaratkan, politik ini seperti gula yang sedang banyak dikelilingi oleh semut. Banyak berita yang memberitakan bagaimana kondisi politik di negeri tercinta kita ini. Masih ada beberapa kekurangan di sana-sini yang mencederai ideologi politik negeri kita. Para pengamat politik pun tak tinggal diam. Ada 7 pengamatan politik negara saat ini yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Belajar dari pengalaman sekarang ini, Indonesia diharapkan bisa menjadi lebih baik ke depannya.

Inilah 7 Pengamatan Politik Negara Kita untuk Ke Depannya

  1. Para Pejabat Sibuk Memperebutkan Kursi Jabatan

Kondisi politik sekarang ini memang benar-benar sangat memprihatinkan. Para pejabat seolah tidak benar-benar peduli dengan rakyat. Mereka lebih mementingkan kekuasaan dan melupakan janji-janji mereka kepada masyarakat. Hal ini jelas tidak baik. Di negara demokrasi, sudah seharusnya wakil rakyat lebih memerhatikan kepentingan rakyat.

 

  1. Pertentangan antar Partai Politik

Sebagai negara demokrasi, Indonesia punya banyak sekali partai politik yang siap meramaikan pemilihan umum. Meski begitu, tak berarti semuanya akur dan baik-baik saja. Partai yang sama-sama menggunakan kata Demokrasi pun tak benar-benar akur. Mereka punya ideologi dan kepentingannya masing-masing yang membuat keduanya saling bertentangan.

 

  1. Dominasi Partai Politik

Meski ada banyak partai politik di Indonesia, partai yang mendominasi pilihan rakyat tetap hanya partai itu-itu saja. Partai politik besar seperti PDIP, Golkar, PKB, tetapi menjadi partai yang mendominasi pilihan rakyat di berbagai daerah.

 

  1. Politik Uang dan SARA

Sampai sekarang, politik uang dan politik SARA memang masih sangat mendominasi. Pihak Kepolisian dan Banwaslu merasa tidak berdaya menghadapi praktik penyimpangan politik tersebut. Sampai sekarang, kasus money politik masih belum bisa terungkap dengan gamblang.

 

  1. KPK tidak Berdaya Menghadapi Korupsi di Tubuh Partai Politik

7 pengamatan politik

Komisi Pemberantas Korupsi memang sudah bekerja keras untuk memberantas praktik korupsi di berbagai elemen masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, lembaga ini dinilai masih lemah memberantas kasus-kasus korupsi di tubuh partai politik dan pejabat pemerintahan.

 

  1. Undang-Undang yang Tak Jelas Arahnya

Beberapa waktu lalu, mahkamah konstitusi telah mengesahkan undang-undang MD3 yang cukup mengundang pro dan kontra. Undang-undang ini dinilai membungkam kebebasan berpendapat masyarakat, terutama para reporter. Banyak masyarakat yang merasa dirugikan akan disahkannya undnag-undang ini.

 

  1. Masyarakat tak Percaya pada Partai Politik

7 pengamatan politik

Partai Politik seharusnya menjadi wadah bagi para wakil rakyat untuk lebih memperhatikan kepentingan masyarakat. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat kerap dirugikan atas keputusan-keputusan para wakil rakyat. Hal ini membuat rasa percaya masyarakat kepada pemerintah dan partai politik terus berkurang. Mereka hanya melaksanakan kewajiban untuk memilih partai politik, selebihnya masyarakat tidak benar-benar percaya pada masyarakat.

 

Dari 7 pengamatan politik negara di atas, kondisi politik di Indonesia memang tidak bisa dibilang baik-baik saja. Kondisi politik sekarang sangat memprihatinkan. Para pejabat yang duduk di kursi politik sibuk memperebutkan kekuasaan, sementara masyarakat sudah tak percaya lagi dengan partai politik. Jika hal ini terus terjadi, semakin banyak masyarakat yang menganggap bahwa politik itu kotor. Harus ada pihak-pihak yang sadar politik agar keadaan politik di Indonesia tidak terus menerus memburuk.Sarjana politik di berbagai universitas terbaik di Indonesia seharusnya bisa memurnikan kembali makna politik di mata masyarakat.

Add Comment