Aksi Blusukan Mensos Tri Rismaharini : Strategi Politik?

Aksi Blusukan Mensos Rismaharini : Strategi Politik?

Siapa yang tak kenal dengan Tri Rismaharini? Mantan walikota Surabaya yang kini telah dilantik menjadi Menteri sosial menggantikan Juliari Batubara.

Semenjak dilantik, Mensos Rismaharini mendapat banyak sorotan public.

Seperti saat hari pertama ia bekerja tanggal 28 Desember 2020 lalu, dirinya melakukan aksi blusukan di beberapa titik ibukota RI.

Ia meninjau langsung kondisi tempat tinggal warga di wilayah sekitar kantor Kementerian Sosial, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat. Salah satu yang ia kunjungi adalah kolong jembatan Pegangsaan.

Tak hanya disekitar kolong jembatan, sebelumnya ia juga kerap melakukan blusukan dan mengajak para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar mau dipindahkan ke panti rehabilitasi sosial.

Menanggapi gebrakan Risma tersebut, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai mantan Wali Kota Surabaya itu tak sekadar bekerja sebagai Mensos. Di balik itu semua, Jerry melihat ada manuver politik yang dilakukan Ketua DPP PDIP tersebut menuju ajang pemilu berikutnya.

“Saya lihat gaya ini [blusukan Risma] bagian manuver politik,” kata Jerry

Menurut Jerry, gaya blusukan Risma meniru apa yang telah dilakukan Jokowi selama ini, dari saat mulai menjabat Gubernur DKI pada 2012 silam hingga kini yang memasuki masa kepresidenan periode keduanya.

Jerry menilai, Risma merupakan salah satu kader PDIP yang disiapkan untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR Puan Maharani.

Oleh karena itu, ia menilai Risma harus membuktikan dirinya terlebih dulu lewat sepak terjangnya di kancah nasional. Pasalnya, selama ini Risma hanya dikenal sebagai Wali Kota Surabaya dua periode sebelum didapuk menjabat posisi Mensos menggantikan Juliari Batubara yang tersandung masalah korupsi bantuan sosial Covid-19.

 

Manuver Politik di Aksi Blusukan Risma?

“Mensos tempat yang strategis untuk melangkah lebih jauh. Tinggal racikan dan ramuan politiknya seperti apa,” ujar Jerry.

Di sisi lain, Jerry juga menilai aksi blusukan Risma ini juga sebagai upaya untuk menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga santer diisukan bakal bertarung dalam Pilpres 2024.

“Barangkali blusukan ini juga salah satu strategi politik untuk menjegal Anies di DKI dan untuk running 2024 mendatang,” ujarnya.

Kementerian Sosial menyatakan blusukan Risma adalah untuk mengetahui permasalahan sosial yang terjadi di Jakarta. Selain Jakarta, disebutkan bahwa Risma juga sebetulnya sudah turun langsung ke Ponorogo dan Mojokerto, Jawa Timur.

“Ini sebetulnya ingin memastikan bagaimana kondisi permasalahan sosial yang ada di wilayah masing-masing,” kata Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara.

Herman menyatakan, lewat blusukan, Risma hendak memetakan masalah sebelum membuat kebijakan dalam mengatasi persoalan sosial di masing-masing daerah. Herman menyebut, blusukan Risma dilakukan secara acak.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku tidak masalah dengan blusukan Risma. Bahkan, sambungnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghormati kegiatan Risma tersebut.

“Kami menghormati itu. Silakan nanti Mensos punya cara, metode mengatasi kemiskinan di Indonesia. Mensos pasti punya data dari Aceh sampai Papua, mana sih provinsi yang paling miskin, apa sih penyebabnya, bagaimana solusinya. Pasti Bu Risma tahu,” ujar pria yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta tersebut.

Riza juga mengatakan, Pemprov DKI tidak lepas tangan meski Risma kerap blusukan dan menemukan sejumlah PMKS di Jakarta. Menurut Riza, Pemprov DKI melalui Dinas Sosial juga bekerja sama menangani permasalahan mengenai PMKS di Ibu Kota RI.

Mungkinkah aksi sosial tersebut menjadi salah satu strategi politik PDIP? mengingat kebijakan dari menteri agama yang tidak ingin agama ditunggangi oleh politik. Sehingga semua kegiatan diatas karpet masjid benar-benar untuk agama bukan menjadi manuver politik dari pihak manapun.

 

Add Comment