Fakta Mengenai Dugaan Intimidasi dan Larangan Aktivitas Politik di CFD

Aksi bentrokan kecil antar dua kubu yang mengenakan t-shirt tagar #2019gantipresiden dan juga #DiaSibukBekerja pada Car Free Day sontak menjadi viral, terutama setelah video rekamann beredar di sosial media. Tindakan yang diduga mengarah kepada tindakan dugaan intimidasi tersebut menuai cibiran pedas dari netizen.

Seperti yang telah diketahui, bahwa pada CFD di kawasan Bundaran HI ini dilarang keras adanya aktivitas maupun atribut yang berbau politik. Untuk menegaskan eksistensinya, larangan ini juga tertuang di dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 yang sudah diimplementasikan sejak masa pemerintahan mantan Gubernur Basuki Tjajaha Purnama.

Berbagai Fakta mengenai Dugaan Intimidasi di CFD

 

  1. Aturan Dilarang Berpolitik di CFD Masih Berlaku

dugaan intimidasi

Sandiaga Uno, selaku Wagub DKI Jakarta menegaskan bahwa larangan aktivitas politik di dalam CFD (Car Free Day) masih berlaku hingga saat ini. Peraturan yang sudah ada dan dijalankan sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjajaha Purnama ini masih tidak berubah.

“Masih dong. Pergubnya kan sudah ditandatangani Pak Basuki,” kata Sandiaga ketika diwawancarai oleh media di Balai Kota DKI Jakarta, pada hari Senin tanggal 30 April 2018.

  1. Isi Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016

dugaan intimidasi

Larangan untuk melakukan kegiatan politik di kawasan CFD tertulis di dalam Pergub Nomor 12 tahun 2016, yang berisi tentang HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) dimana pada hari tersebut kawasan CFD harus bersih dari segala macam bentuk aktivitas politik.

Lebih lanjut, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno juga mengatakan bahwa CFD memang tidak seharusnya dijadikan sebagai tempat berpolitik. Karena ini adalah kesempatan untuk warga bisa saling melakukan interaksi dan juga membangun persatuan. Bukannya untuk memecah belah karena memiliki ideologi dan pandangan berbeda.

  1. Tidak Ada Pihak Yang Bebas Dari Larangan Tersebut

dugaan intimidasi

Selain itu, aturan yang dibuat ini juga berlaku terhadap semua orang tidak peduli apapun latar belakang, jabatan, dan profesinya. Sebab tidak ada pihak yang bebas dari larangan tersebut. Disebutkan, bahwa Sandiaga juga tidak boleh melakukan aktivitas politik di CFD pada saat kampanye Pilkada DKI tahun lalu.

“Saya saja waktu Pilkada kita enggak pernah bikin kegiatan di sana,” kata Sandiaga Uno ketika ditanya pendapatnya mengenai hal ini.

  1. Masih Dalam Penyelidikan

dugaan intimidasi

Pihak Kepolisian Metro Jakarta Pusat mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan mengenai kegiatan di Bundaran HI saat CFD berlangsung ini. Sehingga menimbulkan insiden dugaan intimidasi kepada kelompok #DiaSibukBekerja, yang merupakan pendung dari Jokowi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk menemukan tersangka dalam kasus dugaan intimidasi tersebut. Dalam video yang diunggah oleh Jakartanicus ini, memperlihatkan sebuah kelompok orang berkaos hitam yang meneriakkan takbir “Allahuakbar”. Di dalam video, ada tujuh orang perempuan berkerudung yang membawa anak-anak.

Add Comment