Fakta Mengenai Pengesaham Pembubaran HTI

Pembubaran HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) memang menjadi trending topic belakangan ini. Pasalnya, organisasi politik aliran pan-Islamis yang mengusung ideologi Islam ini dinilai bertujuan untuk membentuk sebuah negara Khilafah Islam. Sementara Indonesia adalah sebuah negara multikultural yang terdiri atas suku dan agama yang beragam.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia ini secara resmi. Hal ini berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM dengan Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017, yang mana didasarkan pada PerPPU Nomor 2 Tahun 2017 mengenai Organasisasi Kemasyarakatan.

4 Fakta Unik Mengenai Pembubaran HTI

Meskipun begitu, pembubaran ini tentunya menuai pro dan kontra karena tidak sedikit pengikut dari HTI. Berikut di bawah ini adalah beberapa fakta penting tentang pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia.

  1. Gugatan HTI

pembubaran HTI

Sebelum pembubarannya disahkan. Pihak HTI telah mendaftarkan sebuah gugatan Surat Keputusan pada Oktober 2017 lalu. Dalam suratnya, HTI mengajukan gugatan kepada Menteri Hukum dan HAM dan Dirjen Administrasi Hukum Umum. Supaya PTUN Jakarta tidak menyetujui putusan pencabutan Keputusan dari Kemenkumham.

Namun hal tersebut tidak disetujui oleh majelis hakim karena beberapa fakta yang membuktikan bahwa perjuangan HTI untuk mendirikan negara khilafah di bumi Indonesia, sangat bertolak belakang dengan niali demokrasi Pancasila.

  1. Alasan Dibubarkannya HTI

pembubaran HTI

Alasan utama pembubaran HTI dilandasi karena ideologi yang diusung oleh organisasi ini. Pendirian sebuah negara syariah dinilai sudah tidak sesuai dengan amanat dalam Pancasila dan juga UUD 1945. Keberadaan organisasi radikal seperti HTI dinilai bisa mengancam semangat demokrasi yang sudah diterapkan sejak runtuhnya Pemerintahan Zaman Orde Baru.

Sementara itu, jika dilihat dari perspektif dikotomi-negasi, maka demokrasi dan radikalisme tidak bisa hidup secara berdampingan. Karena keduanya akan saling menjadi ancaman dan akhirnya malah akan saling membunuh. Radikalisme memiliki kekuatan untuk mengikis nilai demokrasi. Dan di sisi lain, demokrasi dapat mengancam ruang radikalisme.

  1. Bukti Pendirian Negara Khilafah

pembubaran HTI

Salah satu yang memberatkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia adalah dengan ditemukannya buku Struktur Khilafah yang sudah diterbitkan dan diedarkan oleh HTI sejak tahun 2005 silam.

“Menimbang bahwa buku ‘Struktur Khilafah’ yang diterbitkan HTI 2005, penggugat memandang demokrasi adalah sistem kufur karena menjadikan kewenangan ada di tangan manusia bukan pada Allah. Dengan demikian penggugat tidak menghendaki adanya pemilu,” ucap Tri Cahya Indra Permana yang merupakan Ketua Majelis Hakim.

  1. Pemerintah Siap Hadapi Upaya Banding Mantan HTI

pembubaran HTI

Pembubaran HTI tentu saja tidak serta merta diterima oleh mantan anggota dari organisasi tersebut. Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan akan mengajukan suatu upaya banding terkait dengan hal ini. Menanggapi pernyataan tersebut, Mensesneg Praktikno mengatakan bahwa pemerintah selalu siap untuk menghadapi mantan organisasi HTI jika mereka ingin mengajukan banding.

Add Comment