Jokowi Dianggap Mengingkari Piagam Perjuangan Marsinah

Baru-baru ini, Presiden Jokowi kembali diingatkan oleh Koalisi Perempuan Mahardhika akan konsistensinya terhadap Piagam Perjuangan Marsinah yang telah ia tandatangani. Hal ini dilakukan sebab Jokowi memang dinilai belum menepati janjinya dan tidak hanya itu, orang nomor satu di Indonesia ini diklaim juga mengingkari isi piagam perjuangan tersebut.

Seperti yang telah diketahui, bahwa Presiden Jokowi telah menandatangani Piagam Perjuangan Rakyat sebanyak 9 piagam di atas kertas bermaterai. Peristiwa ini terjadi tepat sebelum Jokowi mengikuti prosesi debat Capres yang diadakan pada Juli 2014 silam, dan dilakukan di posko Jokowi – Jusuf Kalla. Disebutkan, bahwa Jokowi melakukan ini sebagai bentuk komitmennya dalam berjuang untuk rakyat.

Fakta-Fakta Mengenai Kasus dan Piagam Perjuangan Marsinah

Seiring dengan mengusung semarak hari buruh yang terjadi pada 1 Mei 2018 lalu, Koalisi Perempuan kembali menagih janji manis sang presiden. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa kasus Marsinah adalah kasus lintas zaman yang belum ada ujungnya hingga saat ini. Berikut di bawah ini adalah fakta mengenai kasus Marsinah dan janji Jokowi yang belum ditepati.

  1. Janji Jokowi

Piagam Perjuangan Marsinah

Dalam Piagam Perjuangan Marsinah yang ia tandatangani, Jokowi menyatakan bahwa ia berkomitmen untuk menjalankan perintah dari kontitusi. Yaitu bahwa tugas pemerintah adalah untuk memberi perlindungan, mencerdaskan serta menjamin kesejahteraan rakyat, termasuk juga kaum buruh.

  1. Menandatangani 9 Piagam

Piagam Perjuangan Marsinah

Salah satu Tim Sukses Jokowi pada masa itu, yakni Rieke Diah Pitaloka juga menegaskan kepada awak media bahwasanya penandatanganan 9 piagam, termasuk  Piagam Marsinah adalah dari keseriusan dan komitmen Jokowi dalam berjuang atas nama rakyat.

  1. Fakta Mengenai Piagam Perjuangan Marsinah

Piagam Perjuangan Marsinah

Meskipun nama Marsinah sangat terkenal di kalangan aktivis, tapi sayangnya banyak masyarakat awam yang belum tahu siapa itu Marsinah. Ia merupakan tokoh aktivisi buruh pada masa Orde Baru yang tewas karena dianiaya. Dan hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai siapa yang harus bertanggungjawab akan kematiannya.

  1. Isi Komitmen Jokowi

Piagam Perjuangan Marsinah

Seperti yang telah diucapkan oleh Jokowi, “Pemerintah yang kelak akan saya pimpin harus membangun sistem perlindungan bagi kaum buruh dan rakyat pekerja pada umumnya, apapun profesinya. Komitmen itu saya namakan Tri Layak Rakyat Pekerja, yang sudah saya sampaikan dalam pernyatan politik resmi, pada Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2014.”

  1. Belum Memenuhi Janji

Piagam Perjuangan Marsinah

Namun sayangnya, menjelang¬† satu periode pemerintahan Jokowi, orang nomor satu di Indonesia ini belum memenuhi komitmen yang ia tandatangani sedikitpun. Melihat hal ini, Ketua isi Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika Pratiwi menyatakan bahwa, “Bagi kami, Jokowi hanya mencatut nama Marsinah dalam piagam itu. Bukan semangat dan inspirasi Marsinah.”

  1. Indikasi Pengingkaran Janji

Piagam Perjuangan Marsinah

Bukan hanya itu, Koalisi Perempuan Mahardhika juga menilai terjadinya indikasi pengingkaran terhadap Piagam Perjuangan Marsinah. Yaitu dengan diterbitkannya Perpres 78 Tahun 2015. Dan juga terjadinya tindak kriminalisasi yang dialami 26 aktivitas buruh, mahasiswa dan juga advokat LBH mengenai hal ini.

“Itu bukti bagaimana Jokowi tidak berpihak pada kesehatan buruh. Jokowi seharusnya malu memakai nama Marsinah untuk piagamnya,” lanjut Ika.

Add Comment