Rencana Jokowi Ganti Libur Nasional Lebaran, Mudik Warga Ditunda

Jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia terus bertambah hingga menyentuh angka ribuan. Hal tersebut tentu mengkhawatirkan bagi banyak pihak. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona makin meluas. Salah satunya dengan melakukan social distancing, work from home, karantina wilayah hingga larangan mudik bagi warga kota ke desa.

Setiap kebijakan yang diambil pastilah memiliki pro kontra masing-masing di mata masyarakat. Salah satu keputusan yang cukup membuat masyarakat bersedih adalah larangan mudik di bulan mei saat hari raya nanti.

Hal tersebut tentu saja bukan tanpa alasan. Sebab seperti yang diketahui, saat ini Jakarta dan Jawa Barat serta kota-kota besar lainnya telah menjadi daerah ysng paling banyak ditemui pasien positif corona. Sementara jika oarng-orang yang tinggal di kota tersebut kembali ke desa masing-masing tanpa mengetahui kondisi kesehatannya, maka dipastian virus akan semakin menyebar hingga ke daerah-daerah kecil.

Jika hal tersebut terjadi, tentu pemerintah akan kesulitan menanggulanginya. Mengingat segala keterbatasan fasilitas kesehatan di desa yang tak sebaik di kota.

Pemerintah berusaha mengkaji beberapa opsi terkait mudik yang seharusnya terjadi di bulan Mei nanti. Presiden Joko Widodo mengusulkan mengganti jadwal mudik pada hari libur nasional setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu diusulkan Jokowi untuk menenangkan masyarakat yang berpotensi tak bisa mudik di tengah wabah Covid-19.

“Saya melihat ini untuk mudik ini dalam rangka menenangkan masyarakat. Mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan,” ungkap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal mudik melalui sambungan konferensi video pada Kamis (2/4/2020).

Tak hanya mengusulkan mengganti hari libur lebaran untuk mudik,Jokowi juga menyarankan agar pemerintah akan menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus mudik sebagaimana dilaksanakan di kala mudik Lebaran.

Teknisnya, pemerintah daerah bahkan bisa menggratiskan biaya masuk tempat-tempat wisata daerah agar ramai dikunjungi masyarakat.

“Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat,” jelas Jokowi.

Rencana Jokowi Ganti Libur Nasional Lebaran, Mudik Warga Ditunda

Kajian Terkait Opsi Mudik Lebaran Ditengah Pandemi

Sebelumnya menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pemerintah kini masih dalam proses merampungkan peraturan pemerintah (PP) terkait mudik. PP tersebut mengatur pergerakan orang saat pulang kampung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Diharapkan dengan menerbitkan PP, akan memperkuat imbauan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“PP-nya sedang dirumuskan mungkin dua hari lagi tentang masalah mudik itu,” Ungkap Ma’ruf dalam konferensi pers melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

“Tapi yang jelas, kami meminta masyarakat untuk tidak mudik sebab risikonya besar sekali,” imbuhnya

Wakil Presiden juga mengingatkan bahwa saat melakukan sesuatu yang diyakini dapat menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain adalah dilarang dalam agama islam, bahkan cenderung diharamkan.

Apalagi saat ini pemerintah juga sudah meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman sehingga warga negara wajib tidak melakukannya.

“Sesuatu yang wajib menurut agama dan diwajibkan oleh pemerintah itu menjadi kuat,” kata dia.

Add Comment