Serba-Serbi Mengenai Gaji Koruptor 37 Juta Perbulan

Terkuaknya fakta bahwa ternyata gaji koruptor 37 juta perbulan sontak membuat masyarakat Indonesia menjadi geger. Banyak yang menyayangkan hal ini, seperti yang telah diketahui bahwa kasus korupsi yang dilakukan oleh orang atau pihak tertentu jelas telah merugikan negara. Selain itu, juga berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.

Hal ini terungkap dari beredarnya kasus Mustagfir Sabry yang merupakan seorang narapidana. Mantan anggota DPRD di Kota Makassar ini terciduk karena melakukan korupsi dana Bansos pada tahun 2008 silam. Namun ternyata, Mustagfir Sabry yang kini mendekam di hotel prodeo tersebut masih bisa menikmati gaji sebesar 37 juta rupiah setiap bulannya.

Fakta Mengenai Gaji Koruptor 37 Juta Perbulan

Berikut di bawah ini adalah serba-serbi mengenai pemberian gaji koruptor yang berjumlah puluhan juta perbulan, yang harus diketahui oleh publik.

  1. Pelaporan Kasus Oleh Pegiat Antikorupsi Makassar

gaji koruptor 37 juta perbulan

Berita ini mulai marak ketika pegiat antikorupsi di Kota Makassar mengecam keputusan Pemerintah Daerah yang masih memberikan gaji serta tunjangan kepada koruptor Mustagfir Sabry. Wakil Direktur Anti-Corruption Committee, yakni Kadir mengatakan “Tidak layak seorang yang status terpidana terima gaji dan tunjangan.”

Disini, Kadir sangat menyayangkan sikap DPRD Kota Makassar yang dinilai tidak tegas dalam hal ini. Kadir juga meminta supaya gaji koruptor 37 juta perbulan yang diberikan kepada Mustagfir Sabry segera dihentikan. “Ada dua hal kenapa dia tidak boleh mendapatkan gaji dan tunjangan, yaitu pertama dia tidak bekerja lagi untuk DPRD dan dia berstatus narapidana,” ucapnya.

  1. Proses Hukum Yang Bertele-Tele

gaji koruptor 37 juta perbulan

Nama Mustagfir Sabry mulai menjadi viral sejak ia menjadi terdakwa korupsi dana bansos tapi tidak kunjung dieksekusi meskipun putusan MA sudah keluar. Pada waktu itu, pihak dari Kejati Sulawesi Selatan mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat salinan keputusan dari MA. Yang mana Mustagfir Sabry divonis dengan hukuman 5 tahun penjara.

Setelah kasus Mustagfir Sabry yang sudah divonis tapi belum di bui menjadi sorotan masyarakat luas, barulah kemudian ia ditangkap dan dipenjarakan. Netizen di dunia maya menilai bahwa hal ini merupakan sebuah rencana atau permainan saja dari aparat pemerintah daerah.

  1. Klarifikasi dari Jaksa

Setelah mengetahui kasus mengenai gaji koruptor 37 juta perbulan menjadi viral, pihak kejaksaan memberikan klarifikasi bahwa tugas jasa hanyalah melakukan eksekusi terhadap terpidana dan tidak ada kaitannya dengan gaji. “Soal gaji kan bukan urusan kami. Intinya adalah kami telah melakukan eksekusi terhadap Mustagfi,” ucap Helmy Adam yang merupakan Kasi Pidsus Kejari Makassar.

  1. Gaji Terdahap Koruptor Akan Dihentikan

gaji koruptor 37 juta perbulan

Menanggapi kasus Mustagfir Sabry ini, pihak DPRD Kota Makassar mengatakan akan segera menghentikan gaji kepada terpidana. “Rencana kami menghentikan gajinya bulan depan setelah kami koordinasi dengan BKAD,” ucap Adwi Awan yang merupakan Sekretaris DPRD Kota Makassar.

Inilah rencana pemerintah untuk cara selanjutnya yang akan diterapkan bagi para koruptor, gaji yang tidak seharusnya diberikn kepada para tindak kriminal ini, menjadi suatu kesan yang dapat membuat para pelaku tidak jera, namun banyak upaya yang nantinya akan diberikan bagi mereka para tindak korupsi agar mendapatkan sebuah balasan yang setimpal atas kelakuannya. Gaji yang tak sepadan dengan seorang service karpet masjid, yang hanya memiliki gaji jauh diatas rata-rata para koruptor. Yang lebih mementingkan tentang kepribasiannya saja, hingga dapat merugikan bagi orang lain.

Add Comment