Inilah Tanggapan Para Tokoh Pemerintah Atas Konflik Berkepanjangan Di Papua

Inilah Tanggapan Para Tokoh Pemerintah Atas Konflik Berkepanjangan Di Papua

Inilah Tanggapan Para Tokoh Pemertintah Atas Konflik Berkepanjangan Di Papua

Al-Husna Pusat Kebutuhan Masjid – Konflik antara Provinsi Papua dan Jawa timur kini semakin memanas. Bahkan bukan hanya Jawa timur saja, Saat ini konflik semakin menyebar hingga melibatkan pemerintahan pusat yang dinilai selama ini kurang adil dalam mengelola dan mengatur provinsi Papua di bandingkan Daerah daerah lain.

Ancaman dari berbagai gerakan separatis terus menghantui seluruh warga NKRI.

Bumi cendrawasih yang kian memanas ini dimulai dari Mahasiswa papua yang melakukan aksi di Malang dan Surabaya kemudian memicu tindakan rasisme dan kekerasa antar pendemo, masyarakat serta pihak kepolisian. Namun hal itu ternyata terus menyebar dan berlanjut hingga makin memanas. Puncaknya adalah saat terjadinya kerusuhan di Papua dan Papua Barat tepatnya di daerah Sorong, Manokwari, Timika, Nabire, Fakfak dan Jayapura

Jika kita tilik kembali sejarah, maka dapat di kita simpulkan bahwa kerusuhan ini tidak serta merta hanya disebabkan oleh aksi mahasiswa di Malang dan Surabaya. Akan tetapi jauh sebelum itu, masyarakat di Papua telah banyak memendam amarah atas rasa tidak adil yang selama ini mereka rasakan.

Ibarat api di dalam sekam, ketika ada pihak yang membuka sekam nya, maka api langsung membesar dan memanas.Selama ini pembangunan sumber daya alam dan sumber daya manusia di Papua yang kurang maksimal sudah menjadi rahasia umum warga Negara Indonesia. Namun jika di teliti lebih dalam lagi tentu nya akan di temukan lebih jelas apa yang selama ini di pendam oleh masyarakat Papua hingga menuntut untuk merdeka dan berpisah dari NKRI.

Tanggapan Tokoh Pemerintah

Inilah Tanggapan Para Tokoh Pemertintah Atas Konflik Berkepanjangan Di Papua

Al-Husna Pusat Kebutuhan Masjid –Seperti yang sudah di tebak oleh banyak orang, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib pun juga mengatakan bahwa aksi massa di Papua (kerusuhan papua)terjadi karena luapan rasa marah atas banyak nya persoalan yang mereka hadapi selama menjadi bagian dari NKRI yang menerima ketidak adilan.

Tindakan persekusi serta rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya saat melakukan aksi bisa dibilang hanya satu dari sekian banyak pemicu

Sedangkapn Presiden RI Jokowi menanggapi dengan santai dan mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama untuk menjaga agar Papua tetap menjadi wilayah yang damai.

Sementara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait meletusnya kerusuhan di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8) kemarin  sebagai respon yang terlalu datar dan tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan konflik utama diPapua.

Dirinya berharap akan ada tindakan dan langkap langkah yang luar biasa untuk mencegah masalah ini sebelum terlambat. Beliau juga menghimbau pemerintah supaya tidak menganggap sepele kasus ini karena jika sampai ke Internasional, maka akan jauh lebih rumit lagi urusannya.

Panglime TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian lebih memilih untuk mendatangi para tokoh masyarakat, adat, agama Pemuda Pemudi dan juga mereka yang di hormatiuntul membicarakan terkait masalah serta meminta masuka dari para tokoh tersebut guna menemukan solusi terbaik.

Sebagai Rakyat Indonesia Cintai Damai kita semua tentu mengharapkan upaya yang maksimal dari pemerintah untuk meredakan konflik serta memberikan solusi yang terbaik bagi semua pihak untuk selamanya. Sehingga kedepannya tidak akan terjadi lagi kerusuhan yang mengancam persatuan Indonesia.

 

Semoga Bermanfaat, Salam Bhineka Tunggal Eka.

 

 

 

 

 

 

 

 

Add Comment