Tentang Pengunduran Diri Perdana Menteri Mahathir Malaysia

Berita mengejutkan datang dari Dunia politik Malaysia pasca Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengirimkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia, Yang DiPertuan Agung Abdullah, pada hari ini, Senin (24/2).

Berita pendunduran diri Mahathir tentu membuat Pakatan Harapan semakin goyah, setelah sebelumnya juga sudah di terpa masalah bertubi-tubi.

Baru-baru ini Perekonomian Malaysia juga terpukul setelah terbongkarnya skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Hal itu membuat mantan Perdana Menteri Najib Razak kalah dalam pemilu, dan kini diadili atas dakwaan rasuah dan pencucian uang.

Di sisi lain, Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang menjadi pendukung utama koalisi Pakatan Harapan juga diguncang prahara. Anwar sebagai Ketua PKR berseteru dengan mantan wakilnya, Mohamad Azmin Ali.

Hal itu membuat kubu di PKR terpecah dua. Azmin lantas dilaporkan mulai merapat ke partai oposisi dan hendak membentuk koalisi politik baru.

Akan tetapi muncul pula spekulasi terkait manuver politik Mahathir. Sebagian berpendapat hal ini sebagai langkah politikus agar bisa terus berkuasa dan menjegal langkah Anwar untuk kembali memimpin

Tentang Pengunduran Diri Perdana Menteri Mahathir Malaysia

Dukungan Partai Koalisi Berkurang

Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang menaungi Mahathir juga menyatakan mundur dari koalisi Pakatan Harapan. Hal tersebut kemungkinan besar akan membuat jalan Anwar untuk meraih kekuasaan semakin terjal.

Setelah PPBM memutuskan untuk keluar dari persekutuan, maka koalisi Pakatan Harapan kini hanya ditopang oleh 104 kursi dari PKR, Partai Aksi Demokratis (DAP), dan Partai Amanah.

Meski begitu, Ketua DAP, Lim Guan Eng, mengatakan sampai saat ini mereka masih menjadi kelompok mayoritas di parlemen.

Selain yang di sebutkan di atas, muncul pula dugaan Jika Raja Abdullah mengabulkan permohonan pengunduran diri Mahathir, maka pada saat itu juga kabinet akan dibubarkan. Kemudian, Sang Raja lantas harus menunjuk pengganti atau merangkap jabatan sementara.

Raja mempunyai wewenang menunjuk PM baru dari politikus yang menjadi pemimpin mayoritas di parlemen. Jika tidak ada yang memenuhi syarat, maka dia diberi diskresi untuk menentukannya dengan pertimbangan.

Add Comment