Viral : Ini Dia Isi Pembicaraan Menteri BUMN dan Bos PLN

Belakangan ini, publik dibuat geger dengan beredarnya rekaman percakapan antara Menteri BUMN, yaitu Rini Soemarno dengan bos PLN, Sofyan Basir. Pasalnya, dalam rekaman tersebut juga membahas mengenai bagi-bagi jatah pada pengerjaan proyek LNG di Bojonegara. Percakapan yang mengindikasikan tindakan pelanggaran tersebut pun akhirnya menjadi viral di internet.

Setelah beredar di sosial media, sontak rekaman via telepon tersebut menuai kontroversi. Untuk menanggapi hal ini, DRI RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) akhirnya turun tangan dengan memanggil langsung kedua pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Karena masalah ini sudah menjadi konsumsi publik dan harus ditangani dengan lebih lanjut.

Fakta Pembicaraan Menteri BUMN dengan Bos PLN

Berikut adalah isi pembicaraan antara Menteri Rini dan Sofyan Basir yang sangat kontroversial.

  1. Fakta Mengenai Proyek Yang Akan Dikerjakan

menteri BUMN

Seperti yang dikatakan oleh Inas Nasrullah Zubir, yang merupakan Anggota Komisi VI DPR. Bahwa konten rekaman yang dibahas oleh Rini Soemarno dan Sofyan Basir adalah berhubungan dengan proyek storage LNG yang akan dibangun oleh PT BSM (Bumi Sarana Migas) di kawasan di Bojonegara, Cilegon, Banten – Indonesia.

Sementara itu, pemegang saham terbesar BSM sendiri adalah kakak kandung dari Rini Soemarno, yakni Ari Soemarno dari Kalla Group. Yang mana grup tersebut tercatat bekerja sama dengan Mitsui dan juga Tokyo Gas (Bermodal pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation). Karena berdasarkan laporan yang diterima, Kalla Group hanya memiliki modal tanah di kawasan Bojonegara.

  1. Isi Konten Rekaman

menteri BUMN

Isi konten rekaman yang beredar di sosial media dianggap membahas mengenai pembagian saham BUMN. Dalam percapakapan yang dilakukan oleh Rini dan Sofyan via telepon itu, Rini menyebutkan tentang dua perusahaan BUMN, yaitu Pertamina dan juga PLN.

Sedangkan Sofyan menilai, bahwa bagi-bagi saham bisa dikatakan masih terlalu kecil. Selain itu, Sofyan juga menyebut-nyebut nama Ari. Namun yang membuat kericuhan publik adalah ketidakjelasan masalah dan untuk apa saham dari dua perusahaan tersebut diperebutkan.

  1. Bantahan

menteri BUMN

Setelah rekamannya viral, pihak Kementerian BUMN buka suara melalui Imam Apriyanto Putro yang merupakan Sekretaris Kementerian BUMN. Ia membantah bahwa isi rekaman tersebut membicarakan mengenai bagi-bagi saham. Menurutnya, rekaman itu telah diedit sebelum diedarkan, sehingga menyebarkan informasi yang salah.

Lebih lanjut lagi, Imam juga ingin membenarkan bahwa percapakan tersebut terjadi setahun yang lalu. Tapi isinya adalah tentang rencana untuk investasi proyek penyediaan energi yang mana melibatkan Pertamina dan PLN. Imam menegaskan, bahwa Menteri Rini ingin BUMN dapat berperan maksimal dalam menangani setiap proyek yang dikerjakan.

  1. Tanggapan Menteri Rini

menteri BUMN

Menanggapi beredarnya rekaman yang dikatakannya sebagai hoaks ini, Rini Soemarno berencana untuk menuntut pihak yang sudah menyebarkan rekaman percakapan antara dirinya dengan menteri BUMN tersebut. Rini mengatakan, bahwa ada beberapa pembicaraan yang dipotong sehingga membuat bahasan proyek terkesan meminta biaya. Padahal pembicaraan tersebut tidak pernah menyinggung kepentingan pribadi.

Add Comment